Ratusan Ojol Kepung Kantor BAF

# Dilihat: 55 pengunjung
  • Bagikan

Bandarlampung,  – Ratusan Pengemudi Ojek Online (ojol) Lampung, kepung kantor Bussan Auto Finance (BAF) cabang Bandarlampung. Pasalnya, mereka menuntut kejelasan nasib salah pengemudi ojek online yang statusnya menjadi Orang Dalam Pengawasan (ODP) pandemi Covid-19, tetapi tidak mendapatkan penangguhan angsuran kredit, Selasa (7/4).

Miftahul Huda Ketua Gaspol Lampung menyayangkan kejadian tersebut karena minimnya sosialisasi mekanisme penangguhan dari pihak BAF kepada nasabah.

“Informasi tidak disampaikan terlebih dahulu melalui pesan atau pemberitaan jadi nasabah kurang paham sehingga tidak perlu ada permasalahan baru disosialisasikan mekanismenya,” paparnya pada wartawan.

Ia juga menghimbau kepada kawan-kawan ojek online yang mempunyai tanggungan angsuran segera ajukan penangguhan kepada Lembaga (leasing) masing-masing tanyakan prosedurnya dengan jelas.

“Yang Terdampak semua, bukan hanya pasien yang terkena, omset kami jauh menurun,” sambungnya.

Sementara, Ari Marketing BAF Cabang Bandarlampung saat dikonfirmasi mengatakan bahwa belum ada perintah dari manajemen untuk sosialisasi ke konsumen.

“Jika ada yang ditanyakan maksudnya relaxasi bukan gak banyak satu tahun, tapi terstruktur jatuh tempo, keringanan bunga,” tandasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengajuan penangguhan melalui website setelah diproses baru ada keputusannya.

“Semua harus diajukan dulu, artinya pengajuan sekarang tidak bisa diputuskan sekarang,” paparnya.

Diketahui DA (30) pengemudi ojek online yang kesulitan mendapatkan penangguhan angsuran mengharapkan kemudahan mekanisme penangguhan, karena dirinya sudah dianjurkan untuk isolasi mandiri oleh petugas kesehatan dinyatakan dengan surat keterangan Sakit dari Puskesmas Rajabasa Indah.

“Saya mau keluar mencari uang sajakan dilarang pemerintah, mau mengajukan mekanismenya tidak jelas,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan