KOTABUMI – Pihak keluarga almarhum Supaino memberikan klarifikasi serta apresiasi terhadap penanganan medis Rumah Sakit Maria Regina terkait wafatnya almarhum pada Senin, 28 September 2026 siang. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh putra almarhum, Sri Kukuh Budi Setiadi, saat mendatangi RS Maria Regina pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Dalam kedatangannya di RS Maria Regina, Kukuh didampingi oleh adiknya, Kepala Lingkungan, serta Ketua RT 1 Kampung Bedeng 1, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.
Mewakili keluarga besar, Kukuh menyampaikan pernyataan resmi secara langsung terkait penanganan medis almarhum.
“Saya mewakili keluarga almarhum Bapak Supaino menyampaikan bahwasanya rumah sakit telah menjalankan sesuai prosedur rumah sakit, pelayanan sangat bagus, dan kami berterima kasih atas pelayanan rumah sakit. Kami dari pihak keluarga sudah ikhlas dan tidak menuntut apa pun dari pihak rumah sakit.” ujar Kukuh.
Melalui pernyataan langsung tersebut, pihak keluarga menegaskan telah ikhlas atas kepergian almarhum serta mengapresiasi seluruh prosedur dan pelayanan kesehatan yang dijalankan oleh pihak Rumah Sakit Maria Regina.
Sementara itu, Kuasa Hukum Rumah Sakit Maria Regina Kotabumi, Falentinus Andi, S.H.,M.H usai turut hadir dalam pertemuan pihak keluarga almarhum Supaino itu mengonfirmasi bahwa permasalahan antara pihak rumah sakit dan keluarga almarhum Supaino telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui kesepakatan bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kedatangan pihak keluarga almarhum ke RS Maria Regina untuk memberikan klarifikasi langsung terkait peristiwa yang sempat ramai diberitakan di media.
“Hari ini kami dari Rumah Sakit Maria Regina Kotabumi kedatangan keluarga almarhum Pak Paino yang beberapa waktu lalu meninggal dunia dan sempat ramai di media. Keluarga Pak Supaino datang ke rumah sakit mengklarifikasi bahwa dari pihak keluarga tidak ada masalah dengan Rumah Sakit Maria Regina, dan menyatakan juga tidak akan menuntut apa pun terkait dengan meninggalnya Bapak Paino,” ujar Falentinus.
Pihak manajemen beserta tim hukum RS Maria Regina turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum Supaino kepada pihak keluarga.
“Kami dari Rumah Sakit Maria Regina kepada keluarga almarhum juga mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Pak Paino. Permasalahan sudah selesai, kami sudah membuat kesepakatan bersama terkait dengan penyelesaian masalah dengan Bapak Paino almarhum sekeluarga,” pungkasnya.
Keluarga Almarhum Supaino Luruskan Kronologi dan Apresiasi Penanganan Medis RS Maria Regina
Putra almarhum Supaino, Sri Kukuh Budi S, memberikan penjelasan lengkap mengenai kronologi sebelum sang ayah meninggal dunia serta mengklarifikasi berbagai isu yang sempat beredar. Ia meluruskan kabar yang menyebutkan ayahnya terjatuh dari sepeda motor, sekaligus mengapresiasi penanganan medis yang diberikan oleh Rumah Sakit (RS) Maria Regina Kotabumi.
Kukuh menceritakan bahwa sebelum dilarikan ke rumah sakit, almarhum baru saja pulang dari ladang menuju ke rumah. Saat tiba di depan rumah sepupunya, almarhum tampak lemas dan hampir terjatuh dari sepeda motor.
“Bapak itu dari ladang menuju ke rumah. Sampainya di depan rumah sepupu, Bapak dari motor itu seperti mau jatuh. Terus sama sepupu dirangkul, dibawa ke rumahnya, dikeroki, dan Bapak ngeluh di dada kiri nyeri,” ungkap Kukuh.
Melihat kondisi tersebut, pihak keluarga langsung menghubungi adik bungsu Kukuh untuk membawa almarhum ke RS Maria Regina guna mendapatkan penanganan medis emergency.
Luruskan Isu Jatuh dari Motor dan Pengobatan
Kukuh menegaskan bahwa kabar yang menyebut almarhum meninggal akibat kecelakaan atau jatuh dari sepeda motor adalah tidak benar. Mengenai riwayat kesehatan, ia menjelaskan bahwa ayahnya sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit jantung.
“Sebelumnya Bapak untuk jantung belum ada riwayat. Bapak itu biasanya keluhannya vertigo sama di perut, asam lambung. Jadi untuk jantung itu memang seketika itu kejadiannya,” terangnya.
Selain itu, Kukuh juga menglarifikasi terkait pemberian obat nyeri oleh pihak rumah sakit. Setelah dilakukan pengecekan mandiri, ia memastikan tindakan medis serta obat yang diberikan sudah tepat sasaran.
“Kalau obat nyeri itu, setelah saya cek memang benar-benar obat untuk meredakan nyeri di jantung. Rumah sakit sudah menjalankan sesuai prosedur dan sangat baik,” tegas Kukuh.
Kepercayaan Keluarga terhadap RS Maria Regina
Lebih lanjut, Kukuh mengungkapkan bahwa RS Maria Regina selama ini telah menjadi pilihan utama rujukan kesehatan bagi keluarga besarnya. Mulai dari mertua hingga kerabat dekat kerap berobat di rumah sakit tersebut.
“Mertua, saudara, semua pihak keluarga itu kalau berobat pasti ke Rumah Sakit Maria Regina. Pelayanannya sangat baik, sangat bagus, ramah-ramah, dan tempatnya bersih,” tuturnya.(Red)













