Wagub Jihan Nurlela Buka Musywil XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lampung, Dorong Generasi Muda Perkuat Intelektualitas, Karakter, dan Kepekaan Sosial

BANDARLAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Lampung yang diselenggarakan di Komplek Perguruan Muhammadiyah Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Mengusung tema “Arah Baru IPM Lampung”, agenda permusyawaratan tertinggi Ikatan Pelajar Muhammadiyah tingkat provinsi tersebut menjadi wadah konsolidasi kader, penyusunan program kerja organisasi, sekaligus pemilihan kepemimpinan baru IPM Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengapresiasi terselenggaranya Musywil XXIII IPM Provinsi Lampung. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan berbagai keputusan strategis yang memberikan manfaat bagi organisasi, umat, serta pembangunan daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat bermusyawarah dengan riang gembira kepada Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Lampung. Semoga Musywil ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi umat dan daerah,” ujar Jihan.

Pada kesempatan tersebut, Jihan menyampaikan tiga hal penting yang menurutnya harus menjadi landasan bagi para pelajar dalam menghadapi tantangan masa depan, yaitu intelektualitas, moral dan karakter Islamiah, serta kepekaan sosial.

Menurutnya, intelektualitas merupakan modal utama yang harus dimiliki pelajar melalui semangat untuk terus belajar, baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman di luar lingkungan pendidikan.

“Pelajar harus memiliki semangat belajar yang tinggi. Intelektualitas menjadi bekal penting agar generasi muda memiliki arah dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” katanya.

Selain intelektualitas, Jihan menekankan pentingnya membangun moral dan karakter Islamiah. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan integritas serta akhlak yang baik.

“Intelektualitas tanpa moral dan karakter yang baik hanya akan membawa malapetaka. Meskipun pintar dan menjuarai berbagai olimpiade, tanpa integritas dan sikap yang baik, seseorang tidak akan dapat diterima dalam kehidupan bermasyarakat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Jihan juga mengajak para pelajar untuk memiliki kepekaan sosial (sense of crisis) terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia mendorong generasi muda agar tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga berani menyampaikan kritik dan masukan yang konstruktif sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seedbacklink